Rabu, 17 Agustus 2011

Membaca Intensif Paragraf Induktif dan Deduktif

Assalamu'alaikum Wr.Wb

Dipostingan kali ini saya ingin membagikan satu pengetahuan lagi kepada anda-anda yang belum mengetahui cara Membaca Intensif Paragraf Induktif dan Deduktif, tapi bagi anda yang sudah mengetahui tentang cara tersebut, mohon beri komentar bila anda merasa ada kesalahan di dalam postingan ini, karena komentar anda begitu berarti.

Membaca intensif adalah cara membaca yang di lakukan secara saksama terhadap rincian-rincian suatu teks atau bacaan untuk dapat memahami sebuah bacaan. Selanjutnya, kita harus mengetahui terlebih dahulu pokok-pokok pikiran dalam bacaan tersebut. Selain itu, kita juga harus dapat memahami karakter penulis dari seorang penulis.

1. Paragraf induktif (Khusus-Umum)
Paragraf induktif (Khusus-Umum) yaitu paragraf yang dimulai dengan menyebutkan pernyataan khusus yang berupa kalimat penjelas untuk menuju pada kesimpulan umum yang berupa kalimat utama.
Contoh paragraf induktif:

"Sarana penghubung juga dibangun. Jalan-jalan dan jembatan juga di perbaiki. Salah satu jembatan yang membuat takjub pemerintah pusat adalah jembatan di atas Sungai Opak yang menghubungkan Kelurahan Kepuharji. Jembatan yang di bangun secara gotong royong itu hannya memerlukan biaya 5 juta rupiah. Padahal, taksiran pemerintah adalah rebesar 15 juta rupiah. Ternyata gotong royong sudah menjadi pola kehidupan masyarakat desa."

Dalam paragraf induktif terdapat tiga pola pengembangan, yaitu:

a. Generalisasi, yaitu paragraf yang dimulai dengan mengemukakan peristiwa khusus, kemudian diikuti dengan kesimpulan secara umum. Dalam pengembangan generalisasi diperlukan fakta.
Contoh pola generalisasi:

"Kursi dan meja tertata dengan rapi, kaca jendela bereri, dan lantainya selalu dalam keadaan bersih. Papan tulis kelas selalu dibersihkan. gambar-gambar yang ada menambah suasana lebih kondusif. Ruang kelas XI memang kelas idaman semua siswa dan guru."

b. Analogi, yaitu paragraf yang dikembangkan dengan cara membandingkan dua hal atau lebih yang memiliki beberapa kesamaan/kemiripan.
Conton pola analogi:

"Sapi, kucing, dan kambing termasuk binatang menyusui. Sebagaimana jenis binatang lainnya, binatang-binatang tersebut memerlukan air untuk keperluan hidupnya. Berbagai tumbuhan seperti padi, jagung, tumbuhan, ataupun bunga juga memerlukan air. Jadi, binatang, tumbuhan, dan manug sangat memerlukan air."

c. Kausar (sebab akibat)
, yaitu paragraf yang dikembangkan dengan cara mengawali/menempatkan fakta sebagai sebab, kemudian menempatkan kesimpulan sebagai akibatnya, atak sebaliknya.
Contoh pola Kausal (sebab akibat):

"Kegagalan ginjal disebabkan oleh merosotnya fungsi ginjal akibat peningkatan kepekaan serum kreatinin yang disertai berkurangnya urine. Ini berlangsung spontan dan cepat. Tak heran jika penderita gagal ginjal harus berpacu dengan waktu demi menyelamatkan diri."


2. Paragraf Deduktif (Umum-Khusus)
Paragraf Deduktif (Umum-Khusus), yaitu paragraf yang dimulai dengan menyebutkan pernyataan umum yang berupa kalimat utama, kemudian diikuti oleh pernyataan khusus yang berupa kalimat penjelasan. Jadi, paragraf deduktif yaitu parangraf yang menempatkan gagasan di awal paragraf.
Contoh paragraf deduktif:

"Program tertib lalu lintas menjadin keselamatan pengguna jalan. Dengan mematuhi ketertiban lalu lintas, setiap pengguna jalan merasa nyaman. Resiko kecelakaan pengguna jalan relatif lebih rendah. Polisi pengatur lalu lintas pun tidak harus dipusingkan oleh pengguna jalan yang sering melanggar aturan.

Dan temikianlah postingan ini saya akhiri karena sudah selesai, mohon maf bila ada kata atau ucapan yang kurang berkenan saya minta ma'af,
Terimakasih atas kunjungan anda di blog Mosfier ini dan kalau kurang saya minta maf dan kalau lebih ya Alhamdulillah,

Wassalamu'alaikum Wr.Wb

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Mohon anda kasih komentar jika ada kesalahan dalam pengetikan artikel dan lain-lain, dan juga saya harapkan tetap menjaga kesopanan anda.